Sama sekali bukan

19 Mar

Nak, lagi apa?

Maaf ya bunda belum bisa pulang..

Tadi makannya banyak?

Main apa aja? Happy kan?

Maaf ya belum bisa nemenin tiap waktu..

Bukan berarti bunda gak sayang..

Bukan berarti kamu bukan prioritas..

Sama sekali bukan..

Semoga gak salah pengertian ya.. Ananda maupun yang lain..

Bunda memang jauh dari ideal, masih banyak kurang, masih harus banyak belajar, harus banyak diarahkan..

sabar sabar ya sama bunda..

Temenin bunda belajar ya..

Sayang ananda.. Kangen ananda

Smoga bisa mengerti..

Advertisements

demotivated..

13 Dec

Yesterday, me and my colleague had an exam in the form of discussion with one of my teachers. She’s very bright, gorgeous, and of course, beautiful.  

During the discussion, she told to us that she’s currently in the condition of “demotivated”. Demotivated as a lecturer. She said that if I teach you something today, then I’m sure that next week you’ll forget it. She compare us with Gordon Ramsay, about how detail and expert he is, he really know if you’re cooked in proper time, too fast , and also too late. He could transform from ‘taste’ to what’s really ‘happened’ in the process. His work is about food, compare to us who work with human. How can we be less serious? Which one is more dangerous if we’re not handle it the best way? 

Hmm..

this is supposed to be ‘clue’ for us that we’re not serious enough. That we’re supposed to learn harder. That we need to take it really really seriously and in detail. And in deep, I realized that our quality now is quite far from excellent.. I felt the regression.. including myself.  

She just expressed her thought and we really need to do self reflection and remember again the ultimate reason we’re here today.

And I just want to say..

Thank you, Doctor! You just wake me up.. 

Wish I could be better and most serious. 

Bismillah..

NHW 4

4 Aug

📚NICE HOME WORK #4

🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

tidak, tetap ingin menguasai ilmu pendidikan anak (parenting)

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Masih belum ideal dan sesuai tapi pelan2 akan belajar konsisten InsyaaAllah..

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Contoh : 

Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.

Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain

Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak

Peran : Inspirator
Jawab: Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat, sehingga peran kita selayaknya menjadi orang yang bermanfaat terhadap sesama, dengan bidang dan kekhasan masing-masing. Semoga bisa menjadi pribadi, anak, istri, dan ibu serta perempuan yang memberikan pengaruh positif pada perempuan lain..

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Lebih kurang sama dengan jawaban ini:

Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak

2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga

3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.

4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 
d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

KM 0 : usia 30 tahun: menguasai bunda sayang

KM 1 : usia 32 tahun: menguasai bunda cekatan

KM 2: usia 33 tahun: menguasai bunda produktif

KM 3 : usia 35 tahun: menguasai bunda shaleha

contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. 

Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :

KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang

KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan

KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif

KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini. 
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/
Bismillah

NHW 9

3 Aug

_Matrikulasi IIP batch #4_

_Nice HomeWork #9_
*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*
***PETUNJUK PENGERJAAN***
Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :
*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan
Karena
_Everyone is a Changemaker_
( Setiap orang adalah agen perubahan)
***

Misi Hidup dan Produktivitas

23 Jul

*Nice HomeWork #8*
MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Membersamai anak

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Saya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat, ibu yang penuh kasih , istri yang menyejukkan, anak yang membahagiakan

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Melakukan hal-hal positif . Mengasah kemampuan dengan baik dan mengembangkannya agar dapat memberikan manfaat kepada semua. Memberikan contoh yang baik untuk anak.

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Memiliki keluarga yang soleh dan positif, dan bermanfaat untuk sesama

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

memanfaatkan setiap momen kehidupan dengan baik dan maksimal.

Sakinah Mawaddah Warahmah

Soleh Solehah

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Membesarkan anak dengan baik, menanamkan nilai agama dengan baik

manajemen keluarga lebih baik

Lulus sekolah dengan baik dan berkarir yang manfaat

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Ketika berkaca di tahun depan, menjadi orang yang lebih baik dan puas terhadap usaha dan pencapaian diri

Membuat buku untuk anak
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH.

Bismillah…

NHW 7: Tahapan Menuju Bunda Produktif

17 Jul

Berikut hasil temu bakat yang saya lakukan:

Alhamdulillah sepertinya sesuai dengan yang dibutuhkan, semoga bisa memperkuat yang kuat dan memperbaiki kelemahan. Aamiin.

Berikut kuadran aktivitas:

1. Suka dan bisa

  • Membaca
  • Menulis
  • Beres-beres
  • Berenang
  • Membuat jadwal
  • Membersamai anak

2. Suka dan tidak bisa

  • Menyetir
  • Memasak
  • Jadi guru
  • Membuat desain
  • Lettering
  • Jualan

3. Tidak suka dan bisa

  • Mencuci
  • Menyetrika
  • Mengatur/ Memerintah

4. Tidak suka dan tidak bisa

  • Public speaking
  • Basa basi

NHW #5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar

19 Jun

_NICE HOMEWORK #5_

_MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL  BATCH #4_

📝 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*📝 (Learning  How to Learn)

Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 

Bagaimana caranya belajar? 

1. Nomor satu adalah niat dan keinginan yang kuat untuk berubah dan berusaha melakukan yang terbaik. Tetapkan motivasi terkuat sehingga saat keinginan untuk belajar yang kadang naik tetapi juga kadang turun, kita bisa mengingat kembali dan bersemangat lagi.

2. Membuka diri, mengambil pembelajaran dan berbagai macam sumber, terutama Alquran dan Hadist, dan tetap berpikir kritis terhadap sumber lainnya karena tidak semua informasi itu bisa dipercaya.

3. Belajar dari ahlinya. Seperti yang dipesankan Rasulullah, belajarlah dari yang ahli. Tahu dari mana sumber yang bisa diterima sehingga apa yang kita dapat tidak akan menyesatkan.

4. Praktek, praktek, praktek. Agar semakin melekat dan akselerasi kebisaan.

5. Evaluasi. Lihat kembali titik nol, langkah awal, usaha yang telah dilakukan dan yang kita rasakan saat ini. Sudah adakah nilai tambahnya?

6. Bersyukur. Apapun itu, tetaplah selalu bersyukur untuk merecharge energi yang sudah terpakai dan akan digunakan nanti.

Bismillah…

19 Juni 2017

NHW 3  Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

4 Jun

📚 *NICE HOMEWORK #3* 📚

*MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH*

Bunda, setelah kita belajar tentang “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.
👨‍👩‍👦‍👦 *Nikah*

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Surat cinta saya:

Dear suamiku, 

Sekarang lagi mikirin apa? Boleh aku tahu, rangkuman perasaan kamu sepanjang perjalanan kita yang baru menuju 2 tahun ini?

Alhamdulillah ya sayang, kita sudah diamanahi oleh Allah untuk membesarkan seorang putri. Semoga kita bisa jadi orangtua yang baik untuk anak(anak) kita. Aamiin YRA.

Kembali ke kita ya 🙂. 

Hai imamku, 

Kalau boleh jujur, aku nggak pernah menyangka kalau ternyata kamulah orangnya. Walaupun memang aku nggak punya clue siapa yang akan jadi imamku. Sampai akhirnya datang masa itu. Saat kita diberi kesempatan untuk banyak bekerjasama, yang ternyata jadi pembuka segalanya. Sekitarpun sepertinya hampir semuanya mendukung. Dan yang paling nggak bisa kupungkiri, hatiku entah kenapa rasanya sulit untuk menolak, nggak kutemukan alasan yang kuat untuk itu. Rasanya hati dibukakan. Kamu baik, sepertinya agamanya bagus, bertanggungjawab, nggak aneh-aneh, InsyaaAllah bisa jadi imam dan ayah yang naik untuk anak-anakku kelak, lalu aku mau cari apa lagi? Dan ternyata memang kamulah jawaban dari doa-doaku dan orangtuaku. Nggak perlu waktu lama Alhamdulillah hati kita dan keluarga sama-sama disambungkan dan kitapun mengikat janji bersama. 
Sepanjang yang sudah kita jalani, tentunya kita semakin mengenal. Pastinya ada sifat-sifat yang harus dicocokkan. Pertengkaran kecil pasti ada. Anggap aja bumbu. Tapi kita juga semakin bertumbuh untuk sama-sama memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Sama-sama belajar saling mendengar dan menerima masukan. Semuanya toh untuk keharmonisan keluarga kita juga. Iya kan sayang? Apalagi sekarang udah ada si kecil yang menemani kita. Pastinya kita harus sama-sama belajar untuk jadi contoh yang baik, kalau memang mau anak kita baik. 
Suamiku sayang, maafin aku yaa untuk hal-hal yang masih mengganjal. Kita sama-sama belajar ya sayang. Harapannya, aku bisa menginspirasi kamu, kamu pun demikian. Dan akhirnya, kita bisa menginspirasi anak-anak kita. Saling ngingetin ya sayang, jangan bosan kalau dibawelin. Hehe. 

Semoga kita bisa saling terus melengkapi ya. Aku bisa jadi istri yang baik untuk kamu dan sebaliknya. Semoga bisa saling mengingatkan untuk jadi makhluk Allah yang lebih baik. Biar kita bisa masuk surga sama-sama. 

Aamiin YRA.

Bersama kita bisa ya sayang. Love you.. 😘

Respon suami:

suamu: Cieee.. curhat 
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Potensi anak saya:

Khaira, 7.5 bulan: (karena Khaira baru bisa mengoceh, berikut yang terlihat sehari-hari, lebih kurang sesuai fitrahnya bayi 🙂)

– Ceria

– Tidak manja

– Tidak cepat menangis bila hanya sakit sedikit

– Rasa ingin tahu tinggi

– Suka belajar

– Suka bermain

– Pantang menyerah

– Supel

– Ceria

– Alhamdulillah tumbuh kembangnya baik dan cukup cepat

– Teratur

– Jujur

– Tenang

Alhamdulillah 🙂

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Kekuatan potensi saya: 

  • Bersemangat
  • Suka mencoba hal baru/ belajar
  • Suka berteman
  • Cukup peka
  • Cukup fleksible
  • Jujur

Keberadaan saya di keluarga, mungkin bisa mencairkan suasana yang serius, mengingatkan hal-hal kecil namun berarti yang terkadang tidak diperhatikan kebanyakan orang. Menjadi penyemangat keluarga dan pengajak kepada hal-hal yang positif. 

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Tantangan di lingkungan:

Saat ini kami masih tinggal di rumah orangtua suami. Dimana masih ada yang membantu dalam pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Bagi saya ini termasuk tantangan karena saya cukup dipermudah sehingga jadinya kurang belajar. Harapannya suatu hari nanti bisa keluar rumah dan ‘membangun rumah sendiri’ dengan baik. Di sekitar rumah juga ada keluarga yang menjadi tetangga. Namun, selain itu saya tidak kenal. Tetangga sekitar bervariasi keadaannya. Kemungkinan keberadaan saya dan keluarga manfaatnya adalah agar bisa membantu di saat ada yang kesulitan atau membutuhkan bantuan, sesuai dengan yang dapat kami lakukan. 

4 Juni 2017.

NHW#1: Adab Menuntut Ilmu 

20 May

📚NICE HOMEWORK #1📚

ADAB MENUNTUT ILMU

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mengingatkan kembali bahwa hidup itu tidak stagnan. Hidup harus berkembang. Bila tidak demikian, itu namanya kesia-siaan.

Terima kasih Institut Ibu Profesional. Semoga saya tertular semangat perubahan dan inspirasinya. Aamiin. 

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Ilmu parenting. 

Jika boleh ditambahkan, saya juga ingin belajar menulis.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Dengan belajar parenting, yang dilandasi dengan niat mengajarkan anak hal-hal yang baik dengan cara yang baik, sejatinya saya belajar untuk diri sendiri agar menjadi lebih baik. Karena cara yang terbaik mengajari anak adalah dengan keteladanan. Jika saya tidak mampu memberikan teladan yang baik, tandanya saya belum belajar dengan baik. 

Apapun pelajaran hidup yang saya dapatkan, jika saya dapat menuliskannya untuk diri sendiri, orang di sekitar, bahkan memberikan manfaat kepada orang lain yang saya tidak kenal tentu merupakan hal yang positif. Untuk pembelajaran diri dan ladang amal. 

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Strateginya adalah dengan menjadi peka terhadap berbagai macam sumber ilmu. Saat ini ilmu terhampar luas. Dengan cara yang biasa sampai tidak biasa. Sebisa mungkin ilmu itu dijemput. Bila ada kesempatan atau menciptakan kesempatan. 

Belajar dari siapapun, apapun, kapanpun. 

Belajar dari orang lain, dari buku, dari media, dari alam, dari pengamatan dan sebagainya. 

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu

Sikap:

1. Merubah malas –>  

> bersungguh-sungguh bergerak bila ingin mewujudkan impian

> disiplin dan membiasakan hal-hal positif

2. Menjadikan diri siap menerima ilmu, terbuka dengan pengetahuan, jauhkan rasa sok tahu, kembangkan rasa ingin tahu

3. Siap menerima masukan dan introspeksi diri. Mau berubah

4. Meningkatkan ibadah dan berdoa kepada Allah agar segala proses dimudahkan

Bismillah.. 


Jakarta, 20.05.2017


Mendidik bayi dalam rahim :)

21 Sep

​Biar cuti gw lebih bermanfaat.. skalian posting kutipan dr buku yang dibaca yaa.. 🙂 sekalian buat self reminder.. :p

Jadii.. menurut Mahfan, Spd dalam bukunya ‘Inspirasi nama anak islami’ yang kita beli untuk nyiapin nama debay.. (dalam buku2 spt ini juga biasanya ada ilmu2 tambahan buat kita calon ortu :)), ini tips2 untuk mendidik bayi sejak dalam rahim.. Bismillah.. (karena memang pastinya kita mengharapkan generasi yang baik, sholeh/sholehah, berkualitas, cerdas, dsb kan.. )

  • Perbanyak doa
  • Perbanyak amal sholeh (termasuk yang sunah)
  • Membacakan dan memperdengarkan Alquran
  • Upayakan selalu happy
  • Selalu berpikir positif
  • Mengendalikan emosi
  • Penuhi kebutuhan nutrisi
  • Perhatian penuh pada kandungan
  • Membiasakan akhlak terpuji
  • Mengajak bayi bicara/ komunikasi
  • Hindari diri dari konsumsi makanan, minuman buruk dan haram

hehe.. dari poin di atas tandanya kalau ingin keturunannya baik brarti harus mulai dari memperbaiki diri kita yaa.. jadi pribadi yang lebih baik, rajin ibadah,  dan melakukan hal2 baik, makin positif dan menghindari hal hal yang kurang baik… smogaaa debay bisa jadi motivasi untuk kita (calon ortu) jadi lebih baik lagi… Bismillah… aamiin..

#36weekspregnant